INTERAKSI SOSIAL PENGIKUT SALAFI DI KABUPATEN MAJALENGKA

M. Ali Syamsuddin Amin

Abstract


Abstract
The dynamic development of the da'wah salafi in Majalengka seems to have given rise to their stories for fans who have migrated from their understanding. The method of this study uses qualitative research methods with ethnographic research approaches. Based on the results of a research on the social interaction of Salafi followers in Majalengka Regency, which is based on 7 elements of culture, we see that in the linguistic system Salafi followers has the characteristic of always using Arabic terms in everyday conversations . Related Salafi followers system using smartphone and Salafi Majalengka propaganda, social media are also used as; Telegram, Web, WhatsApp, etc. The economic system, above all to survive and complete transactions, largely avoids usury. And in a system of social organization, the followers of Salafi are people who are open to others while they are not in disobedience. Even the Salafi followers have a different way of looking at life, but they do not care too much about the world. As for art and entertainment, it is very anti-listening to music and drawing / taking photos or ‘selfie’.
Key words: Social interaction, ethnography, salafi
Abstrak
Perkembangan dakwah Salafi di Majalengka yang dinamis rupanya telah melahirkan berbagai cerita tersendiri bagi para pengikutnya yang hijrah dari pemahamanya Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian etnografi. Berdasarkan hasil penelitian mengenai Interaksi Sosial Pengikut Salafi di Kabupaten Majalengka yang disandarkan kepada 7 unsur kebudayaan menunjukkan bahwa dalam sistem bahasa pengikut salafi memiliki ciri khas selalu menggunakan istilah bahasa arab dalam percakapan sehari-hari. Terkait system teknologi pengikut salafi menggunakan Smartphone dan dakwah salafi di Majalengka juga memanfaatkan sosial media seperti; Telegram, Web, WhatsApp dll. Sistem perekonomian terutama dalam mencari nafkah dan bertransaksi, sangat menghindari riba. Dan dalam sistem organisasi sosial, pengikut salafi adalah orang yang terbuka dengan orang lain selama tidak dalam kemaksiatan. Pengikut salafi juga memiliki cara berbeda dalam memandang kehidupan sangat zuhud tidak terlalu mementingkan duniawi. Adapun dalam kesenian dan hiburan, sangat anti mendengarkan music dan menggambar/foto-foto atau selfie.
Kata Kunci: Interaksi sosial, etnografi, salafi

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 JIKA (Jurnal Ilmu Komunikasi Andalan)

View My Stats

 

Penerbit :

Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Majalengka.

Alamat :

Gedung FISIP Universitas Majalengka, Jalan K.H. Abdul Halim No. 103, Majalengka, Jawa Barat, Indonesia.

email : jurnalilkomandalan@gmail.com | https://jurnal.unma.ac.id/index.php/jika/index