Pemodelan Arsitektur Enterprise Menggunakan Framework Gartner (Studi Kasus : IAIN Syekh Nurjati Cirebon)

Suhendri Suhendri

Abstract


Perkembangan teknologi semakin pesat sehingga memberikan dampak yang besar dengan adanya teknologi memudahkan suatu organisasi dalam mengolah data serta informasi yang dimiliki. Namun pada pelaksanaannya pemanfaatan teknologi masih maksimal, terutama dalam hal sistem informasi sehingga hal tersebut berdampak pada output yang dihasilkan dari institusi pendidikan tersebut.Oleh karena itu diperlukan sebuah arsitektur enterprise dalam mengintegrasikan semua sistem tersebut. Banyak framework enterprise yang telah digunakan diantaranya Zachman, Togaf, FEA, dan Gartner. Pemodelan dengan menggunakan framework Gartner merupakan salah satu framework dalam enterprise atchitecture yang dapat membantu menemukan solusi yang dihadapi dari tiga sudut pandang diantaranya dari sudut pandang bisnis, teknologi, dan informasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ada dua yaitu Magic Quadrant dan Hype Cycle. Magic Quadrant digunakan untuk memahami vendor atau posisi dan ekspektasi penyedia layanan yang memiliki empat kriteria yaitu : leaders, challengers, visioner dan niche players. Sedangkan Hype Cycle ditandai oleh lima fase yaitu : Technology Trigger ,Peak of Inflated Expectations, Trough of Disillusionment, Slope of Enlightenment, Plateau of Productivity.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 Infotech Journal