Pengaruh Penerapan Reward Terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Fiqh Di Mi Miftahul Jannah

Dede Nurhidayah Irma Nurhidayah, Abu Syhabudin, gilang maulana

Abstract


Penerapan reward tentunya sangat berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa. Mengingat pentingnya mempelajari Pendidikan Agama Islam terutama pada mata pelajaran Fiqh, maka sangat diharapkan siswa untuk menguasai pelajaran Fiqh untuk dijadikan bekal melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

                Tujuan penelitian yang dicapai adalah, 1. Untuk menegetahui penerapan reward pada mata pelajaran Fiqh di MI Miftahul Jannah Pinangraja, 2. Untuk mengetahui motivasi belajar siswa setelah diterapkannya penerapan reward di MI Miftahul Jannah Pinangraja, 3. Untuk mengetahui pengaruh setelah diterapkannya penerapan reward dalam peningkatan motivasi belajar siswa di MI Miftahul Jannah Pinangraja. Bentuk penelitian dalam skripsi ini menggunakan kuantitatif statistik.

                Dari hasil penelitian variable X (penerapanreward) dari hasil penyebaran angket yang disebar pada 30 siswa diperoleh rata-rata 53,33%, sedangkan hasil penelitian variable Y (Motivasi Belajar Siswa) yang diperoleh dari hasil penyebaran angket yang disebar pada 30 siswa juga diperoleh rata-rata 17,66%. Dari hasil uji perhitungan koefisien korelasi antara penerapan reward terhadap Motivasi  belajar siswa, hal ini terbukti dengan diperoleh hasil perhitungan koefisien korelasi sebesar 0,703 Nilai ini jika diterapkan pada skala penilaian terletak pada interval 0,800-1,000, yang berarti hubungan antar variable sangat tinggi atau kuat sekali. Diketahui persentase tinggi rendahnya pengaruh variable X terhadap variable Y sebesar 70,3%,  dan 29,7% lagi dipengaruhi oleh faktor lain yang turut menentukan tinggi rendahnya hasil belajar siswa pada pelajaran PAI. Uji signifikansi korelasiBesarnya dan  dengan dk = 28 pada taraf signifikansi 0,05 sebesar 2,763 dan pada taraf signifikansi 0,01 sebesar 2,763 (lihat table distribusi t pada uji dua pihak), karena nilai  lebih besar dari  baik pada taraf signifikansi 0,05 maupun 0,01 maka koefisien kolerasi sebesar 0,703 dinyatakan berarti atau sangat signifikan.


Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Departemen Agama RI.2002. Al-Qur,anTerjemahJuz 1-30. Jakarta: Pena.

Hamalik, oemar.2000.Psikologi BelajardanMengajar. Bandung: SinarBaru.

Hamalik, oemar.2001. Proses Belajarmengajar. Jakarta :BumiAksara.

Hamzah B. Uno.2008. Teori Motivasi dan Pengukurannya, Jakarta : Bumi Aksara.

Iskandar. 2010. Metodologi Penelitian Pendidikan dan Sosial (Kuantitatif dan. Kualitatif). Jakarta: Gaung Persada Press (GP Press)

Riduwan. 2005. Skala Pengukuran Variabel-Variabel Penelitian. Bandung: Alfabeta.

Sardiman.2000. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta : Raja Grafindo Persada

Sugiono. 2011. StatistikaUntukPenelitian. Bandung :Alfabeta.

Suharsimi Arikunto 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta : Bumi Aksara

Suharsimi Arikunto 2002. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, Edisi 2. Jakarta : Bumi Aksara

Tafsir, IbnuKatsir. 1989.Kemudahan Dari Allah RingkasanTafsirIbnuKatsir. Pustaka Imam Asy-Syafi’i: Jakarta.

Winarno Surakhmad, 1994, Pengantar Penelitian Ilmiah, Dasar. Metoda Dan Teknik. Bandung: Tarsito Bandung.

__________ 2005. Undang-undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Bandung : Fokus Media


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by :
 
 
Editorial Office:
Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam, Universitas Majalengka.

Jl. Kh. Abdul Halim No 103 Majalengka 

Tlp: (0233) 8285486
 
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.