nilai - nilai multikultural dalam pendidikan agama Islam

Nuruddin Araniri

Abstract


Indonesia adalah negara yang majemuk yang terdiri dari berbagai suku, agama dan ras yang berbeda, sehingga rentan sekali dengan gesekan-gesekan yang dapat menyulut perpecahan bangsa dan negara. Pancasila sebagai dasar negara Indonesia dapat menyatukan perbedaan-perbedaan tersebut. Walaupun  Indonesia merupakan negara berpenduduk majemuk yang multietnis, tetapi secara moril dipersatukan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan semboyan “Bhineka Tunggal Ika”.

Kerukunan umat beragama yang ada di Indonesia perlu di rawat dan dijaga, sehubungan banyaknya kasus-kasus kekerasan yang melibatkan faktor-faktor agama.  Prinsip-prinsip toleransi dalah kehidupan beragama akan terlaksana apabila seorang muslim memberikan kebebasan dalam memeluk agama sesuai dengan keyakinannya dan menjalankan ibadah sesuai dengan kepercayaannya masing-masingngan keyakinannya dan menjalankan ibadah sesuai dengan kepercayaannya masing-masin.

Pendidikan memegang peranan penting dalam meluruskan pemahaman Islam yang keliru kepada pemahaman Islam yang ”Rahmatan lil allamin”. Pendidikan adalah kegiatan yang dilakukan dalam rangka mengembangkan potensi yang dimiliki peserta didik dengan harapan supaya menjadi manusia yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.

Menurut Kurikulum bahwa Pendidikan Agama Islam adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati, hingga mengimani ajaran agama Islam dibarengi dengan tuntunan untuk menghormati penganut agama lain dalam hubungannya dengan kerukunan  antar umat beragama hingga terwujudnya kesatuan dan persatuan bangsa.

Pendidikan Islam harus memiliki konsep pendidikan Islam yang multikultuaralis. Karena dalam implementasi pendidikan Islam masih ada yang mengajarkan Islam secara tekstual saja tanpa dibarengi kajian kontextual, sehingga menimbulkan pemahaman Islam yang keliru.

Toleransi (tasâmuh) adalah modal utama dalam menghadapi keragaman dan perbedaan (yanawwu'iyyah). Toleransi bisa bermakna penerimaan  kebebasan  beragama  dan  perlindungan  undang-undang  bagi hak  asasi  manusia  dan  warga  negara.  Toleransi  adalah  sesuatu  yang mustahil  untuk  dipikirkan   dari  segi  kejiwaan  dan  intelektual   dalam hegemoni sistem-sistem teologi yang saling bersikap ekslusif.


Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Abdul Majid dan Dian Andayani, 2004, Pendidikan Agama Islam (Konsep dan Implementasi Kurikulum. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.

Abdul Majid dan Dian Andayani. 2004.Pendidikan Agama Islam (Konsep dan Implementasi Kurikulum 2004). Bandung : PT Remaja Rosdakarya.

Abdullah Aly, M.Ag., Pendidikan Islam Multikultural di Pesantren : Telaah terhadap Kurikulum Pondok Pesanten Modern Islam, Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Amin Abdullah, Studi Agama Normativas atau Historitas?. Yogyakarta : Pustaka Pelajar, Cet. VI 2015.

Dadang Kahmad, 2000, Sosiologi Agama, (Bandung: PT. Remaja Rosda Karya,), Cet. I.

Departemen Agama RI.1992.Al-Qur’an dan Terjemahnya. Semarang : CV Toha Putra.

Dicky Sofyan, Agama, Kebijakan Publik & Transformasi Sosial di Asia Tenggara, Seri Buku I : Mengelola Keberagman Beragama di Asia Tenggara. Yogyakarta : Pustaka Sempu & Indonesia Consortiumfor Religius Studies (ICRS), 2017.

Husniyatul Salamah Zainati, Pendidikan Multikultural : Membangun Keberagman Inklusif di Sekolah, Jurnal Islamica Volume 1, No 2 Maret 2007

Jamali Sahrodi dan Abdul Karim D.S., Islam dan Pendidikan Pluralisme, Melacak Kemungkinana Apliksi Pendidikan Berbasis Mutikultural, (Bandung : CV Arfino Raya, 2016) Ed.Pertama, hal. (Malang: Pustaka Kayu Tangan, 2005)

Kemenag RI, Al-Qur’an dan terjemahnya: 256

Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an. 2017, Tafsir Al-Qur’an Tematik, Jakarta : Kamil Pustaka Cet. Ke.4. Hal. 17-18

M. Saroni, Dakwah Islamiah Pada Masyarakat Multietnis dalam Perspektif Pendidikan Berbasis Multikultural, Jurnal Ilmiah Keislaman Al-Akhbar, Vo3l.3 No.1 April 201

Mar’at, 1982.Sikap Manusia Perubahan Serta Pengukurannya, Jakarta : Galia Indonesia.

M. Quraish Shihab, 2002, Tafsir Al-Misbah, Pesan, Kesan, Keserasian A-Qur’an, Jakarta : Lentera Hati.

Muhaimin, dkk. 2002 Paradigma Pendidikan Islam (Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah). Bandung : PT Remaja Rosdakarya.

Ngalim Purwanto, 1985, Psikologi Pendidikan, Bandung : Remaja Karya.

Rosidi, Pesantren dan Dakwah Multikultural, Jurnal Ilmu Dakwah dan Pengembangan Komunitas, Volume VIII No 1 Januari 2013.

Zakiah Daradjat,2001,Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam. Jakarta : Bumi Aksara. Hal.110

Zakiyuddin Baidhawy, 2002, Pendidikan Agama Berwawasan Multikultural, Jakarta: Erlangga


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by :
 
 
Editorial Office:
Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam, Universitas Majalengka.

Jl. Kh. Abdul Halim No 103 Majalengka 

Tlp: (0233) 8285486
 
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.