ANALISIS PENGGUNAAN APLIKASI WAYANG SUKURAGA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MENUMBUHKAN KARAKTER SISWA SEKOLAH DASAR

Iis Nurasiah, Arita Arita, Zulela MS, Edwita Edwita

Abstract


Tujuan penelitian ini untuk menganalisa penggunaan aplikasi wayang sukuraga sebagai media pembelajaran siswa sekolah dasar.  Selain mudah digunakan, aplikasi ini terdiri dari konten pengetahuan, quiz, simulasi dan info agar siswa yang menggunakannya mengetahui wayang sukuraga secara mendalam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yang   dilaksanakan di   satu  sekolah  Dasar Negri Kota Sukabumi yang sudah menggunakan aplikasi  wayang sukuraga. Jumlah responden dalam penelitian adalah 25 orang terdiri dari 6 guru, 1 kepala sekolah dan 18 siswa dan 2 perwakilan Komite Sekolah.   Data penelitian ini berupa deskripsi mendalam atas aktivitas subjek berdasarkan perspektif subjek, melalui wawancara dan forum group diskusi. Wawancara mendalam diberikan kepada guru dan siswa, dilakukan dalam rentang waktu 45 menit sebelum dan sesudah pembelajaran di kelas. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa penggunaan aplikasi wayang Sukuraga dapat mengembangkan   karakter siswa terutama dalam karakter toleransi dan tanggung jawab. Toleransi siswa lebih berkembang, terlihat dari sikap menghargai perbedaan agama, suku, kebiasaan, dan perbedaan pendapat. Sikap tanggung jawab untuk menggunakan lebih berkembang seperti bertanggung jawab akan tugasnya dalam mengerjakan pekerjaan rumah, bertanggung jawab dalam menjalankan perintah guru dan bertanggung jawab menjaga panca inderanya dengan melakukan kegiatan yang berguna.

Keywords


karakter; penggunaan aplikasi; wayang sukuraga

Full Text:

PDF

References


Benaziria, B. (2019). Civic teacher strategy in the integration of nationalism and tolerance character in school based on pesantren in Yogyakarta city. 15(1), 13–34. https://doi.org/10.21831/jss.v15i1.25227.

Bhardwaj, P., Chatterjee, P., Demir, K. D., & Turut, O. (2018). When and how is corporate social responsibility pro fi table ? ☆ , ☆☆. 84(November 2016), 206–219. https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2017.11.026

Camilleri, F. (2020). Of assemblages, affordances, and actants–or the performer as bodyworld: the case of puppet and material performance. Studies in Theatre and Performance, 00(00), 1–14. https://doi.org/10.1080/14682761.2020.1757320

Domek, G. J., Szafran, L. H., Bonnell, L. N., Berman, S., & Camp, B. W. (2020). Using Finger Puppets in the Primary Care Setting to Support Caregivers Talking With Their Infants: A Feasibility Pilot Study. Clinical Pediatrics, 59(4–5), 380–387. https://doi.org/10.1177/0009922820903407

Education, M., Damin, Z. A., Abdullah, K., Omar-fauzee, M. S., Tun, U., Onn, H., & Pahat, B. (2021). Ethnic and Religious Tolerance : Barrier Factors and Improvement Measures Based on Malay Youth Perspectives in Malaysia. 12(2), 622–635.

Fajrie, N. (2012). Media Pertunjukan Wayang. 218–233.

Febriyanto, B., Patimah, D. S., Rahayu, A. P., & ... (2020). PENDIDIKAN KARAKTER DAN NILAI KEDISIPLINAN PESERTA DIDIK DI SEKOLAH. Jurnal Elementaria …. http://jurnal.unma.ac.id/index.php/jee/article/view/2107

Gilang, L., Sihombing, R. M., & Sari, N. (2017). KESESUAIAN KONTEKS DAN ILUSTRASI PADA BUKU BERGAMBAR UNTUK MENDIDIK KARAKTER ANAK USIA DINI. Jurnal Pendidikan Karakter, 7(2), 158–169.

Greve, S., Thumel, M., Jastrow, F., Krieger, C., Schwedler, A., & Süβenbach, J. (2020). The use of digital media in primary school PE–student perspectives on product-oriented ways of lesson staging. Physical Education and Sport Pedagogy, 0(0), 1–16. https://doi.org/10.1080/17408989.2020.1849597

Halimah, L., Arifin, R. R. M., Yuliariatiningsih, M. S., Abdillah, F., & Sutini, A. (2020). Storytelling through “Wayang Golek” puppet show: Practical ways in incorporating character education in early childhood. Cogent Education, 7(1). https://doi.org/10.1080/2331186X.2020.1794495

Juliana, A. D., Nurasiah, I., & Wardana, A. E. (2019). Peningkatan Keterampilan Bercerita Melalui Media Wayang Sukuraga Berbasis 5 Karakter Di Kelas Tinggi. Journal of Elementary Education, 3(2), 1–12.

Karaolis, O. (2020). Inclusion happens with a puppet: puppets for inclusive practice in early childhood settings. Nj, 44(1), 29–42. https://doi.org/10.1080/14452294.2020.1871506

Ludvigsson, D., Stolare, M., & Trenter, C. (2021). Primary school pupils learning through haptics at historical sites. Education 3-13, 0(0), 1–12. https://doi.org/10.1080/03004279.2021.1899260

Tantri, A. A. S., & Dewantara, I. P. M. (2017). Keefektifan Budaya Literasi Di Sd N 3 Banjar Jawa Untuk Meningkatkan Minat Baca. Journal of Education Research and Evaluation, 1(4), 204–209. https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JERE/article/viewFile/12054/7995

Walker, L. J. (2020). The character of character: The 2019 Kohlberg Memorial Lecture. Journal of Moral Education, 49(4), 381–395. https://doi.org/10.1080/03057240.2019.1698415

Wiśniewska, M. (2020). On Hybridity in Puppetry: Material ontologies. Performance Research, 25(4), 56–64. https://doi.org/10.1080/13528165.2020.1842032




DOI: http://dx.doi.org/10.31949/jcp.v8i1.3572

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Iis Nurasiah

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.