KETERAMPILAN MATEMATIKA DI ABAD 21

Dede Salim Nahdi

Abstract


Salah satu tantangan besar masyarakat Indonesia pada abad ke-21 adalah globalisasi, dimana globalisasi dapat menyebabkan persaingan di segala bidang kehidupan masyarakat semakin besar. Kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung mutlak tidak lagi cukup untuk dapat berkompetisi di abad 21 yang penuh dengan tantangan. Pendidikan yang dilaksanakan harus mampu menyiapkan para siswa agar dapat berkompetisi di masyarakat global. Setiap orang yang hidup di abad 21 ini, setidaknya harus memiliki 4 keterampilan yaitu keterampilan berpikir kritis (critical thinking), berpikir kreatif (creative thinking), keterampilan komunikasi (communication), dan keterampilan kolaborasi (collaboration). Matematika merupakan salah satu ilmu yang mempunyai peranan penting baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pengembangan ilmu dan teknologi. Matematika memiliki sebuah kekuatan yang mampu diaplikasikan ke dalam beberapa aspek, termasuk teknologi. Besarnya peranan matematika sebagai ilmu dasar, dapat dilihat pada besarnya tuntutan keterampilan  matematis yang harus dimiliki terutama dalam menghadapi abad 21. pembelajaran matematika di era Abad 21 dituntut harus menekankan keempat aspek keterampilan di atas. Aspek keterampilan tersebut dimaksudkan para siswa dapat menggunakan berbagai teknik untuk membuat ide-ide baru yang bermanfaat, merinci, memperbaiki, menganalisis, dan mengevaluasi ide-ide mereka guna mengembangkan dan memaksimalkan usaha kreatif dan mendemonstrasikan keaslian temuan, baik secara individu maupun kelompok

 

Kata Kunci: keterampilan matematis, Abad 21.


Full Text:

133-140

References


BSNP. (2010). Paradigma Pendidikan Nasional Abad XXI.

Chukwuyenum, N.A. (2013). Impact of Critical thinking on Performance in Mathematics among Senior Secondary School Students in Lagos State. IOSR Journal of Research & Method in Education (IOSR-JRME), 3(5), 18-25.

Fakhruddin,M. Ananda, R. & Istiningsih, S. (2013). Perubahan Paradigma Dalam Organisasi Belajar Di Abad 21. Perspektif Ilmu Pendidikan, 27 (2), 110-117.

Fisher, A. (2008). Berpikir Kritis : Sebuah Pengantar. Jakarta: Erlangga.

Frydenberg, M., & Andone, D. (2011). Learning for 21 st Century Skills, 314–318.

Goto, J., Batchelor, J., & Lautenbach, G. (2015). MOOCs for Pre-Service Teachers : Their Notions of 21st Century Learning Design. In IST-Africa Conference (pp. 1–9).

Izzati, Nurma. (2014). ” Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Proyek Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Mahasiswa”. EduMa. Vol. 3 No.1. 77-91.

Kemdikbud. (n.d.). Jumlah Data Satuan Pendidikan (Sekolah) Per Provinsi. Retrieved from http://referensi.data.kemdikbud.go.id/index11.php

Litbang Kemdikbud. (2013). Kurikulum 2013: Pergeseran Paradigma Belajar Abad-21. Retrieved from http://litbang.kemdikbud.go.id/index.php/index-berita-kurikulum/243-kurikulum-2013-pergeseran-paradigma-belajar-abad-21.

McCoog, I.J. (2008). 21st Century teaching and learning. Education Resource Center. Retrieved from eric.ed.gov/PDFS/ED502607.pdf

Mukhdis, A. (2013). Sosok Manusia Indonesia Unggul dan Berkarakter dalam Bidang Teknologi Sebagai Tuntutan Hidup di Era Globalisasi. Jurnal Pendidikan karakter 3(2), 115-136.

Murtiyasa, B. (2016). Isu-Isu Kunci dan Tren Penelitian Pendidikan Matematika. Makalah. Disampaikan pada Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya (KNPMP I) 6 Universitas Muhammadiyah Surakarta, 12 Maret 2016

National Education Association. (2015). Preparing 21st century students for a global society: An educator’s guide to the “Four Cs”. Retrieved from http://www.nea.org/assets/docs/A-Guide-to-Four-Cs.pdf

Huda, N., et.al. (2017), “Profil Berpikir Kreatif Siswa Dalam Memecahkan Masalah Segitiga Berdasarkan Tingkat Kemampuan Matematis Kelas Vii Smp Negeri 1 Palu”, Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako, hal 383

Nagasaki E. (2015) Mathematical Literacy for Living in the Highly Information-and-Technology-Oriented in the 21st Century: Mathematics Education from the Perspective of Human Life in Society. In: Cho S. (eds) Selected Regular Lectures from the 12th International Congress on Mathematical Education. Springer, Cham

OkvitaDwi Ningrum, Caswita (2016). “Kemampuan komunikasi matematis dengan pembelajaran berbasis inquiri”, Prosiding, ISBN: 978 – 602 – 1150 – 19 – 1 , hal 748.

Partnership for 21st Century. (2009). P21 framework definitions: Partnership for 21st Century Skills. Retriewed from https://files.eric.ed.gov/fulltext/ED519462.pdf

P21. (2015). Framework for 21st Century Learning. Retrieved from http://www.p21.org/storage/documents/docs/P21_Framework_Definitions_New_Logo_2015.pdf

Pearson (2015). English Learners in 21st-century classrooms book. In how to teach in 21st century classrooms. Retrieved from ptgmedia.pearsoncmg.com/images/9780132685153/samplechapter/0132685159.pdf

Pinto, A., & Escudeiro, P. (2014). The Use of Scratch for the Development of 21st Century Learning Skills in ICT. In Information Systems and Technologies (CISTI), 2014 9th Iberian Conference on (pp. 1–4). Barcelona: IEEE. http://doi.org/10.1109/CISTI.2014.6877061

Rusyna, Adun (2014). Keterampilan Berpikir. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Sopian, Y. (2015). Pendidikan Abad 21, Retrieved from http://yana.staf.upi.edu/2015/10/11/pendidikan-abad-21/

Sumarmo, dkk. 2012. Kemampuan dan Disposisi Berpikir Logis, Kritis, dan Kreatif Matematik. Jurnal Pengajaran MIPA. 17 (1). 17-33.

Sunardi. (2016). “Strategi Penguatan Pengembangan 4c’s Dalam Pembelajaran Matematika”. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika. 10-19.

Sulistiani, E. & Masrukan. (2016). Pentingnya Berpikir Kritis dalam Pembelajaran Matematika untuk Menghadapi Tantangan MEA. Seminar Nasional Matematika X Universitas Negeri Semarang 2016, 605-612.

Toffler, A. (1992). Kejutan Masa Depan. Alih bahasa Sri Koesdiyantinah Jakarta: Penerbit Pantja Simpati.

Trilling, B., & Fadel, C. (2009). 21st Century Skills: Learning for Life in Our Times. San Francisco, CA: John Wiley & Sons.

Yengin, I. (2014). Using Educational Technology to Create Effective Learning Societies in 21st Century. In Information Technology Based Higher Education and Training (ITHET) (pp. 1 – 7). York: IEEE. http://doi.org/10.1109/ITHET.2014.7155689




DOI: http://dx.doi.org/10.31949/jcp.v5i2.1386

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Dede Salim Nahdi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.