PENGEMBANGAN STRATEGI BISNIS DODOL GARUT MENGGUNAKAN KANVAS MODEL BISNIS

ENDAH DJUWENDAH, ANWAR MUJADDID

Sari


PD. Katineung adalah salah satu industri kecil dodol Garut yang  mengalami stagnansi pendapatan sehingga perlu dilakukan evaluasi  mengenai model bisnis perusahaannya.Tujuan penelitian adalahuntuk memetakan modelbisnisdan merumuskan alternatif strategi pengembangan bisnisyangpaling utama bagi PD.Katineung.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknis studi kasus. Analisis data dilakukan secaradekriptifmenggunakan model kanvas dan analisis SWOT.Hasilpenelitian menunjukkanPD. Katineung memiliki segmentasi konsumen  pangsa pasar terbuka, pasar penjual kembali (B2B) dan pasar konsumen (B2C). Proposisi nilai produk berkualitas dengan diskon pembelian pada jumlah tertentu, layanan sistem retur dan belumtersedia online. Saluran distribusi produk indirect selling melalui konsinyasidengan toko oleh-oleh dan direct selling melalui pembelian langsung ke pabrik.Hubunganpelanggansecara personal assistance melalui telepon, SMS, whatsapp, dan interaksi dengan sales perusahaan saat pembelian dan pasca pembelian.Arus pendapatan dari penjualan produk dodoldan dana hibah. Sumber daya utama berupabangunan pabrik beserta fasilitasnya, merek dagang,hak paten, lisensi produk, pengurus beserta pekerja, dan sumber finansial dari modal pribadi dan dana hibah. Aktivitas utamanya adalah operasi produksi (production). Kemitraan utama terjalin dengan toko oleh-oleh, Dinas Koperasi dan UMKM, distributordan petani buah kelapa di Kecamatan Pameungpeuk. Struktur biaya perusahaanterpacu-nilaiyang mengutamakan kepuasan konsumen, biaya tetap berupa biaya peralatan dan perlengkapan memasak, upah pekerja, biaya variabel berupa  biaya bahan baku.Dua alternatif model bisnis  baru yang dapat diterapkan PD Katineung  adalah  meningkatkan pemasaran produk dodol  melalui penetrasi pasar dan menawarkan value baru melalui pengembangan produk dan peningkatan hubungan baik dengan pelanggan.

PD. Katineung is one of the small industries of Garut dodol which has stagnant income so it needs to be evaluated on the company's business model. The research objective was to map the business model and formulate the most important alternative business development strategies for PD Katineung This study uses qualitative methods with technical case studies. Data analysis was carried out descriptively using canvas models and SWOT analysis. The results of the study showed PD. Katineung has a segmentation of the open market consumer segment, the resale market (B2B) and the consumer market (B2C). The proposition of the value of a quality product with a purchase discount on a certain amount, return system services and not yet available online. The revenue stream from the sale of dodol products and grants. The main resources are factory buildings and their facilities, trademarks, patents, product licenses, management and employees, and financial resources from personal capital and grant funds. The main activity is production operations. The main partnership is intertwined with gift shops, Cooperative and UMKM Services, coconut fruit distributors and farmers in Pameungpeuk District. Cost-driven company cost structure that prioritizes consumer satisfaction, fixed costs in the form of equipment and cooking equipment, workers' wages, variable costs in the form of raw material costs.    Two alternative new business models that PD Katineung can implement are increasing the marketing og dodol products throught market penetration and offering new value throught product development and incresing good relationships with customers.


Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats