KAPASITAS PETANI DALAM AGRIBISNIS SAYURAN ORGANIK DI KABUPATEN BANDUNG BARAT

Rani Andriani Budi Kusumo, Anne Charina, Yayat Sukayat, Gema Wibawa Mukti

Sari


Petani sebagai produsen dituntut untuk memenuhi kuantitas, kualitas dan kontinyuitas produk yang diinginkan oleh konsumen. Untuk itu diperlukan sumberdaya manusia yang handal dalam mengelola usahatani. Kemampuan petani untuk memenuhi kebutuhan pasar sesuai dengan potensi yang dimiliki merupakan kapasitas petani yang sangat menunjang keberhasilan dan keberlanjutan usahatani. Kapasitas petani diperlukan agar petani mampu mengelola usahatani sayuran organik sesuai dengan kaidah sistem pertanian organik sehingga permintaan konsumen akan produk sayuran yang sehat dan aman dapat terpenuhi baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk : 1) Mengetahui kapasitas petani dalam agribisnis sayuran organik di Kabupaten Bandung Barat, serta 2) Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kapasitas petani dalam agribisnis sayuran organik di Kabupaten Bandung Barat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Responden dipilih secara acak sebanyak 105 orang petani sayuran organic di Kabupaten Bandung Barat. Data dianalisis secara deskriptif dan menggunakan analisis korelasi rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan kapasitas sebagian besar petani dalam menjalankan usahatani sayuran organic tergolong tinggi. Ketersediaan informasi budidaya sayuran organic, dukungan lembaga penyuluhan serta dukungan kelompok tani berhubungan secara signifikan dengan kapasitas petani.

 

Kata kunci : kapasitas, petani, sayuran, organik


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Alikodra, H.A. 2004. Pengembangan Kapasitas Institusi Lingkungan Hidup. Bogor : Sekolah Pascasarjana IPB

Budhirianto, S. 2014. Development of Jabar Cyber Province as a Media of Information and Communication. Journal of Communication Research, 7(1) : 55-68.

CRESSENT (Centre Research for Resources and Empowerement). 2003. Menuju Masyarakat Mandiri. Pengembangan Model Sistem Keterjaminan Sosial. Jakarta (ID): PT Gramedia Pustaka Utama.

Fadlina, Inneke Meilia. 2013. Perencanaan Pembangunan Pertanian Berkelanjutan (Kajian tentang Pengembangan Pertanian Organik di Kota Batu). J-PAL, Vol. 4, No. 1.

Herman, S., Sumardjo., Asngrai, P.A., Tjitropranoto, P., Susanto, D. 2008. Kapasitas Petani dalam Mewujudkan Keberhasilan Usaha Pertanian : Kasus Petani Sayuran di Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur. Jurnal Penyuluhan, 4(1) : 11-20.

Kusumo, R.A.B., Charina, A., Sadeli, A.H., Mukti, G.W. 2017. Persepsi Petani Terhadap Teknologi Budidaya Sayuran Organik di Kabupaten Bandung Barat. Jurnal Paspalum, 5(2) : 19-27.

Melkote, S.R,, Steeves, H.L. 2006. Communication for Development in the Third World : Theory and Practice for Empowerment. London and New Delhi (ID): Sage Publication and Thousand Oaks.

Oktavia, Y., Muljono, P., Amanah, S., Hubeis, M. 2017. Hubungan Perilaku Komunikasi dan Pengembangan Kapasitas Pelaku Agribisnis Perikanan Air Tawar di Padang, Sumatera Barat. Jurnal Penyuluhan, 13(2) : 157-165.

Tamba, M., Sarma, M. 2007. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kebutuhan Informasi Pertanian Bagi Petani Sayuran di Provinsi Jawa Barat. Jurnal Peyuluhan, 3(1) : 24-34.

Sahirin,N. 2003. Pertanian Organik : Prinsip Daur Ulang Hara, Konservasi Air dan Interaksi Antar Tanaman. Pascasarjana Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Singarimbun M, Effendi S. 2010. Metode Penelitian Survai. Jakarta (ID). LP3ES

Wahyuni, S.; Sumardjo.; Lubis, D.P.; Sadono, D. 2017. Faktor-faktor yang Berpengaruh Terhadap Dinamika Kelompok dan Kapasitas Petani dalam Agribisnis Padi Organik. Jurnal Sosiohumaniora, 19(1) : 21-28.

Wibowo, C.T., Sumardjo., Hafidhuddin., Agung, S.A., 2012. Pola Komunikasi pada Pengembangan Kapasitas Kewirausahaan Petani Sayuran. Jurnal Komunikasi Pembangunan, 10(1) : 47-57.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats