ANALISA KETERSEDIAAN INFORMASI DAN DUKUNGAN KELEMBAGAAN PADA AGRIBISNIS SAYURAN ORGANIK

Anne Charina, Rani Andriani Budi Kusumo, Yayat Sukayat, Gema Wibawa Mukti

Sari


Sistem pertanian organic saat ini merupakan salah satu wujud inovasi dari pertanian berkelanjutan yang diharapkan memberikan banyak manfaat selain bagi lingkungan juga bagi petani. Tetapi keputusan petani untuk mengadopsi sebuah inovasi tidaklah mudah. Begitu pula dalam mengadopsi teknik budidaya sayuran organik dipengaruhi oleh beberapa faktor . Hasil analisis menunjukkan  salah satu faktor yang berpengaruh signifikan terhadap keputusan petani untuk menerapkan sistem pertanian organik adalah ketersediaan informasi terkait sayuran organik (Charina et al, 2017). Penelitian ini bertujuan menganalisa ketersediaan informasi terkait budidaya dan pasar sayuran organic di Kabupaten Bandung Barat. Serta melihat bagaimana dukungan kelembagaan yang ada pada agribisnis sayuran organic. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan responden sebanyak 105 orang petani horti di Kabupaten Bandung Barat yang dipilih secara acak. Model analisis data Miles dan Huberman digunakan dalam penelitian ini. Secara keseluruhan didapatkan hasil penelitian bahwa ketersediaan informasi baik itu tentang budidaya maupun informasi pasar di lokasi penelitian dari sisi relevansinya sudah sesuai, lengkap, tepat waktu, serta keterwakilan informasinya dinilai sudah baik oleh responden dan sangat membantu petani dalam mejalankan agribisnis sayuran organic di Kabupaten Bandung Barat. Sementara itu lembaga yang dinilai memberikan dukungan terbesar pada petani dalam menjalankan agribisnis sayuran organic adalah Dinas Pertanian dan Penyuluh Pertanian, disusul oleh Pemerintahan Desa, Bandar dan Lembaga Keuangan.


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Charina, A, Kusumo, R.A.B, Sadeli, A.H. 2017. Model pemberdayaan serta adopsi inovasi sayuran organik di Kabupaten Bandung Barat. Laporan Penelitian. Universitas Padjadjaran

Mardikanto, T. 1993. Penyuluhan Pembangunan Pertanian. Surakarta : Sebelas Maret University Press.

Saragih 2001. Agribisnis: Paradigma Baru Pembangunan Ekonomi Berbasis Pertanian. Yayasan Mulia Persada Indonesia dan PT Surveyor Indonesia bekerjasama dengan Pusat Studi Pembangunan IPB dan Unit for Sosial and Economic Studies and Evaluation (USESE) Foundation. Bogor

Setiawan I. 2012. Dinamika Pemberdayaan Petani: Sebuah Refleksi dan Generalisasi Kasus di Jawa Barat. Bandung (ID). Widya Padjadjaran.

Singarimbun M, Effendi S. 2010. Metode Penelitian Survai. Jakarta (ID). LP3ES

Tamba M. 2007. Kebutuhan informasi pertanian dan aksesnya bagi petani sayuran: pengembangan model penyediaan informasi pertanian dalam pemberdayaan petani [disertasi]. Bogor (ID). Institut Pertanian Bogor

Tampubolon SMH. 2002. Suara Dari Bogor: Sistem dan Usaha Agribisnis. Bogor (ID). Pusat Studi Pembangunan IPB dan USESE Foundation.

Wahyuni, S. 2016. Jaringan komunikasi, dinamika kelompok dan peningkatan kapasitas petani dalam agribisnis padi organik. [disertasi].. Bogor : Institut Pertanian Bogor

Warriner, K and Moul, T. M. 1992. Kinship and personal communication network influences on the adoption of agriculture conservation technology.Journal of Rural Studies 8(3)279-291


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats