Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Melalui Pendekatan Model-Eliciting Activities (MEAs)

Abdul Rosyid dan Fadhiya

Abstract


Abstrak— Tulisan ini bertujuan untuk menelaah peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa melalui pendekatan Model-Eliciting Activities (MEAs) ditinjau berdasarkan kemampuan awal matematis (KAM) siswa. Data KAM diperoleh melalui tes yang telah diberikan sebelum penelitian dilakukan. Data KAM pada tulisan ini adalah nilai ulangan harian siswa pada pokok bahasan sebelumnya yang kemudian dikelompokkan menjadi kategori Tinggi, Sedang, dan Rendah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Teknik analisis data yang digunakan meliputi Uji Normalitas, Uji Homogenitas, Uji  t, Uji t’, Uji Mann Whitney, serta Uji Anova Satu Jalur. Kelompok eksperimen adalah kelompok yang memperoleh pembelajaran matematika melalui pendekatan Model-Eliciting Activities (MEAs) sedangkan kelompok kontrol adalah kelompok yang memperoleh pembelajaran matematika secara konvensional yakni ekspositori. Dari  data hasil penelitian diperoleh rata-rata N-Gain kelas eksperimen 0,38 sedangkan rata-rata N-Gain kelas kontrol 0,25. Selanjutnya rata-rata N-Gain kelas eksperimen kelompok KAM tinggi 0,55; kelompok KAM sedang 0,34; kelompok KAM rendah 0,39. Sedangkan rata-rata N-Gain kelas kontrol KAM tinggi 0,32; kelompok KAM sedang 0,24; kelompok KAM rendah 0,27. Berdasarkan analisis yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa apabila ditinjau secara keseluruhan, peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang memperoleh pembelajaran matematika melalui pendekatan Model-Eliciting Activities (MEAs) lebih baik daripada peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang memperoleh pembelajaran matematika secara konvensional. Selanjutnya apabila ditinjau berdasarkan kategori KAM tinggi, sedang, dan rendah, tidak terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis baik itu pada siswa yang memperoleh pembelajaran matematika melalui pendekatan Model-Eliciting Activities (MEAs) maupun pada siswa yang memperoleh pembelajaran matematika secara konvensional. Akan tetapi pada kategori KAM tinggi dan sedang, peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang memperoleh pembelajaran matematika melalui pendekatan Model-Eliciting Activities (MEAs) lebih baik daripada peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang memperoleh pembelajaran matematika secara konvensional, namun tidak pada kategori KAM rendah.

 

Kata Kunci: Kemampuan Awal Matematis (KAM), Model-Eliciting Activities (MEAs), Pemecahan Masalah Matematis.


Full Text:

PDF

References


Chamberlin, S.A. dan Moon, S.M. (2005). Model-Eliciting Activities as a Tool to Delevop and Identify Creatively Gifted Mathematicians. Prufrock Journal, 17(1), 37-47.

Lestari, K. E., dan Yudhanegara, M. R. (2015). Penelitian Pendidikan Matematika. Bandung: Refika Aditama.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suherman, E. (2001). Common TextBook: Srategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Bandung: JICA UPI.

Suherman, E. (2003). Evaluasi Pembelajaran Matematika. Bandung: JICA–UPI.

Sumarmo, U. (2013). Berfikir dan Disposisi Matematik serta Pembelajarannya. Bandung: UPI.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.