Alat Peraga untuk Memahami Konsep Pecahan

Nia Kania

Abstract


Abstrak—Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui apakah pemahaman konsep pecahan siswa yang pembelajarannya menggunakan benda manipulatif (alat peraga) lebih baik daripada siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional, (2) mengetahui sikap siswa terhadap penggunaan benda manipulatif (alat peraga) dalam pembelajaran konsep pecahan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Palasah kabupaten Majalengka. Sampel penelitian ini adalah dua kelas dari kelas VII SMP Negeri 1 Palasah yang dipilih secara acak menurut kelas. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes pemahaman konsep pecahan dan angket dengan menggunakan skala Likert. Tes yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes awal dan tes akhir. Sedangkan jenis tes yang digunakan dalam pembelajaran ini yaitu tes tipe subjektif (uraian) yang identik. Skala Likert berisikan pernyataan-pernyataan mengenai penggunaan benda manipulatif (alat peraga) dan pemahaman konsep pecahan. Tes diujicobakan terlebih dahulu terhadap siswa kelas VII tahun pelajaran sebelumnya. Berdasarkan hasil uji coba tersebut, instrumen untuk tes awal dan tes akhir layak untuk digunakan. Berdasarkan analisis data hasil penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa (1) Pemahaman konsep pecahan siswa yang mendapatkan pembelajaran matematika dengan menggunakan benda manipulatif lebih baik dari pada pemahaman konsep pecahan siswa yang mendapatkan pembelajaran matematika dengan pembelajaran konvensional, (2) siswa mempunyai sikap positif terhadap penggunaan benda manipulatif pembelajaran matematika dan sikap positif terhadap pemahaman konsep pecahan. Pembelajaran matematika dengan menggunakan benda manipulatif dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif metode pembelajaran dalam rangka meningkatkan pemahaman konsep pecahan siswa.

 

Kata Kunci: benda manipulatif, pemahaman konsep pecahan

Full Text:

PDF

References


Aprianto, D.A. (2008a). Alat Peraga Checkerboard untuk Perkalian Bilangan Ganjil. [online]. Tersedia: http:/matriks-exacta.blogspot..com [diakses 24 Januari 2009].

Aprianto, D.A. (2008b). Pentingnya Alat Peraga dalam Mengajar IPA.. [online]. Tersedia: http://dedeawan.blogspot.com [diakses 24 Januari 2009].

Badan Standar Nasional Pendidikan. (2006). Draf Final Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Standar Kompetensi Mata Pelajaran Matematika Sekolah Menengah Pertama dan Madrasah Tsanawiyah. Jakarta: Badan Standar Nasional Pendidikan.

Blanke, B. (2008). Using Visual Model for Strategic Reasoning in Mathematics. [online]. Tersedia: http://www.mathlearningcenter.org/media/rekenrek_0308.pdf [diakses 26 Maret 2009].

Dahar, R. W. (1988). Teori-teori Belajar. Jakarta: Depdikbud.

Darsam. (2008). Penggunaan Media Audio Visual untuk Meningkatkan prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 14 Bandung. Skripsi UNPAS Bandung: Tidak Diterbitkan.

Ernawati. (2003). Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika Siswa SMU melalui Pembelajaran Berbasis Masalah. Skripsi FPMIPA UPI Bandung: Tidak Diterbitkan.

Fajar, A. (2004). Portofolio dalam Pelajaran IPS. Bandung ; Remaja Rosda Karya.

Gunawan, G. (2006). Penerapan Pengajaran Modul untuk Meningkatkan Hasil. Tesis UPI Bandung: Tidak Diterbitkan.

Hadi, S. (2005). Pembelajaran Konsep Pecahan Menggunakan Media Komik dengan Strategi Bermain Peran pada Siswa SD Kelas IV Semen Gresik. [online ]. Tersedia http://www.puslitjaknov.depdiknas.go.id/data/file/2008/makalah_peserta/57_Syaiful%20Hadi.pdf [diakses17 Februari 2009].

Hoffman, B._____.The Importance Of Math Manipulative. [online]. Tersedia:http://hubpages.com/hub/theimportanceofmathmanipulatives [diakses 26 Maret 2009].

Hudoyo, H. (2001). Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Matematika. Malang: UNM Malang.

Ihsan, M, dkk. (2007). Belajar Matematika Menggunakan Media Alat Peraga. [online]. Tersedia: http://handono-eksak.blogspot.com [diakses 24 Januari 2009].

Kamii. (2009). I Love Math Manipilative...But. [online]. Tersedia: http://schoolcrossing.blogspot.com/2009/01/i-love-math-manipulativesbut.html [diakses 26 Maret 2009].

Kaswan. (2005). Peningkatan Pemahaman Konsep dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Melalui Kegiatan LaboratoriumBerbasis Inkuiri pada Pokok Bahasan Rangkaian Listrik Arus Searah. Bandung: Tesis pada PPS Universitas Pendidikan Indonesia. Tidak Diterbitkan.

Kelly, C. A. (2006). Using Manipulatives in Mathematical Problem Solving: A Performance-Based Analysis. [online]. Tersedia : http://www.math.umt.edu/tmme/vol3no2/TMMEvol3no2_Colorado_pp184_193.pdf [diakses 26 Maret 2009].

Marno. (2006). Upaya Meningkatkan Pemahaman Siswa dalam Konsep Pecahan dengan Menggunakan Benda Manipulatif (Alat Peraga) (Penelitian Tindakan Kelas di Kelas III SD Percobaan Negeri Pajagalan 58 Bandung). Skripsi UPI Bandung: Tidak Diterbitkan.

Moeliono, A. (2002). Kamus. Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Poerwadarminta. (1984). Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta; Depdikbud.

Russefendi, E. T. (1991). Pengantar Kepada Membantu Guru Mengembangkan Kompetensinya dalam Pengajaran Matematika untuk Meningkatkan CBSA. Bandung: Tarsito.

Ruseffendi, E.T. dkk. (1992). Pendidikan Matematika 3. Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Ruseffendi, E. T. (2003). Dasar-Dasar Penelitian Pendidikan dan Bidang Non-Eksakta Lainnya. Semarang: UNNES Press.

Santoso, S. (2001). SPSS Versi 10. Jakarta: Gramedia

Sudjana. (1992). Metode Statistika. Bandung: Tarsito.

Suharnan. (2005). Psikologi Kognitif. Surabaya: Srikandi

Suherman dan Sukjaya. (1990). Petunjuk Praktis Untuk Melaksanakan Evaluasi Pendidikan Matematika. Bandung: Wijaya Kusumah.

Suherman, E, dan Winataputera, U, S, (1993), Strategi Belajar Mengajar

Matematika, Jakarta : Departemen Pendidikan Kebudayaan.

Sukayati. (2003). Pelatihan Supervisi Pengajaran untuk Sekolah Dasar Tanggal 19 Juni s.d. 2 Juli 2003 di PPPG Matematika Yogyakarta. [online]. Tersedia: http://p4tkmatematika.org/downloads/sd/Pecahan.pdf. [diakses 17 Februari 2009].

Sulistyawati, D. (2003). Diagnosis Kesulitan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Pembagian Pecahan Bentuk Cerita Kelas I A SLTP Negeri 4 Malang. Skripsi. Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. [online]. Tersedia:http://www.google.co.id/search?q=abstraksi+bilangan+pecahan&btnG=Telusuri&hl=id&sa=2 [diakses 17 Februari 2009].

Sumarmo, U. (1987). Kemampuan Pemahaman dan Penalaran Matematika Siswa SMA Dikaitkan dengan Kemampuan Penalaran Logik Siswa dan Beberapa Unsur.

Suparlan, asup. (2005). Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Mengembangkan Kemampuan Pemahaman dan Representasi Matematika Siswa Sekolah Menengah Pertama. Bandung: Tesis UPI

Supriatna. (2006). Penggunaan Alat Peraga Keping untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa dalam Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat di Kelas V SD Negeri Durman I Kota Bandung. (Penelitian Tindakan Kelas). Tesis UPI Bandung: Tidak Diterbitkan.

Tjahjono, B. (2007). Keefektifan Pembelajaran Menggunakan Alat Peraga dan Lembar Kerja Siswa (LKS) terhadap Pemahaman Konsep Siswa Kelas VIII Semester II dalam Materi Pokok Bangun Ruang Sisi Datar di SMP Negeri 38 Semarang. Skripsi UNS Semarang: Tidak Diterbitkan.

Zubaedah, S. (2008). Penerapan Pendekatan Kontekstual dengan Tugas Membuat Peta Pikiran dalam Upaya Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika Siswa SMP. Skripsi UPI Bandung: Tidak Diterbitkan.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by:

                               

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

MAILING ADDRESS

Jalan Universitas Majalengka No. 1 Majalengka

PRINCIPAL CONTACT

Zaenal Arifin
Universitas Majalengka
Phone: 082218560919
Email: arifin1169@gmail.com