Membangun Kecerdasan Emosional Anak Dalam Tinjauan Pendidikan Agama Islam

jajat darojat

Abstract


Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk menjadikan manusia memiliki kekuatan spiritual dan kesalehan sosial. Dalam Islam pendidikan adalah upaya untuk meningkatkan keimanan sehingga menciptakan sikap dan kepribadian manusia yang sempurna menurut pandangannya. Pendidikan paling awal bagi manusia adalah pendidikan tentang ketauhidan. Karenanya melalui pendidikan tauhid akan tercermin manusia-manusia yang memiliki sifat Ketuhanan dengan keterbatasanya. Sebagaimana sifat-sifat yang tertuang dalam asma’ul husna. Sebagai contoh, pendidikan agama akan melahirkan sifat rohman dan rohim, manusia yang memiliki sifat kasih dan sayang terhadap sesama makhluk hidup di dunia.  Dalam usaha membangun kecerdasan emosional melalui Pendidikan Agama Islam pada dasarnya adalah pendidikan agama sebagai dasar sikap manusia dalam kehidupan sosialnya. Kesalehan sosial yang ada dalam diri seseorang akan tumbuh seiring dengan meningkatnya kekuatan spiritual pada seseorang tersebut. Dalam terminologi Islam hal tersebut disebut dengan istilah ‘hablum min Allah wa hablum min an Nas’. Kedua terminologi Islam ini tentu tidak dapat dipisahkan. Bahwa dalam Islam mengajarkan tentang membangun hubungan manusia dengan Tuhannya dan manusia dengan alam lingkungannya. Karena itu pendidikan Agama Islam pada dasarnya memiliki tujuan untuk meningkatkan kecerdasan emosional peserta didik itu sendiri..


Full Text:

PDF

References


Abdul Kodir. 2018. Manajemen Pembelajaran Saintifik Kurikulum 2013 pembelajran berpusat pada siswa. Bandung: Pustaka Setia.

Abdul Rahman Sholeh. 2005. Pendidikan Agama dan pengembangan untuk bangsa. Jakarta: PT. raja Grafindo Persada.

Abdurrahman Mas’ud. 2003. Menggagas Format Pendidikan Islam (Makalah Seminar LP Ma’arif NU Cabang Pemalang.

Abudin Nata. 2014. Tafsir Ayat-ayat Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Ahmad Tafsir. 2016. Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Aunurahman. 2011. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.

Budhy Munawar-Rachman. 2011. Ensiklopedia Nurcholis Madjid. Jakarta: Democracy Project.

Daniel Goleman. 1995. Emotonal Intelligence; Kecerdasan Emosional, ter. T. Hermaya. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Daniel Goleman. 2002. Kecerdasan Emosional. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka.

Syamsul Ma’arif. 2011. Mutiara-mutiara Dakwah KH Hasyim Asy Ari. Bogor: Kanza Publishing.

E Mulyasa. 2018. Implementasi Kurikulum 2013 Revisi. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Ely Manizar HM. 2017. Mengelola Kecerdasan Emosi. 2 (2). (online). (http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/tadrib/article/view/1168/987). Diakses pada tanggal 20 Juni 2020.

Mestika Zed. 2008. Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia.

Nyanyu Khadijah. 2016. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rajawali Press.

Lexy J. Moleong. 2007. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Rachmat Syafi’i. 2000. Al Hadis Aqidah, Akhlak, Sosial, dan Hukum. Bandung: Pustaka Setia.

Sukardi. 2013. Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi dan Praktiknya. Jakarata: PT Bumi Aksara.

Sukandarrumidi. 2006. Metodologi Penelitian: Petunjuk Praktis untuk Peneliti Pemula. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

V.Wiratna Sujarweni. 2014. Metodeologi Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Baru Perss


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by :
 
 
Editorial Office:
Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam, Universitas Majalengka.

Jl. Kh. Abdul Halim No 103 Majalengka 

Tlp: (0233) 8285486
 
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.