PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PROBLEM SOLVING BASED LEARNING TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN PASSING BAWAH DALAM PERMAINAN BOLA VOLI PADA SISWA KELAS X DI SMA NEGERI 1 RAJAGALUH KABUPATEN MAJALENGKA

Brio Alfatihah

Abstract


Latar belakang penelitian ini adalah masih banyak siswa yang kurang dalam penguasaan kemampuan passing bawah dalam permainan bola voli, dan penggunaan model pembelajaran problem solving based learning dalam permainan bola voli belum terpadu dan tidak dilakukan secara rutin. Dengan demikian yang menjadi permasalahan besar dalam pengaruh penggunaan model problem solving based learning terhadap peningkatan kemampuan passing bawah dalam permainan bola voli pada siswa di SMA Negeri 1 Rajagaluh Kabupaten Majalengka?”.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan model problem solving based learning terhadap peningkatan kemampuan passing bawah dalam permainan bola voli pada siswa di SMA Negeri 1 Rajagaluh Kabupaten Majalengka.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan pre-test dan post-test. Subyek dalam penelitian ini yaitu siswa kelas X IPA di SMA Negeri 1 Rajagaluh dengan jumlah populasi 56 siswa. Desain yang digunakan adalah pre-test–post-test control group design yang melibatkan dua kelompok siswa. Karena penelitian ini melibatkan dua kelompok siswa maka dari jumlah populasi tersebut dibagi lagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan masing-masing jumlah sampel 28 siswa. Adapun bentuk instrumen yang akan diujikan pada subyek dapat menggunakan tes passing bawah dengan pengembangan dari tes Brumbach Forearms Pass Wall–Volley Test. Prosedur pelaksanaan tes ini dimulai dari 1 atau 2 anak berdiri menghadap ke dinding dan melakukan passing bawah ke dinding di atas garis 1,5 meter selama 1 menit, tiap anak mendapatkan giliran 1 kali.
Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan rata-rata kemampuan passing bawah dalam permainan bola voli pada siswa kelas X IPA di SMA Negeri 1 Rajagaluh Kabupaten Majalengka antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pada kelompok eksperimen yaitu kelompok yang menggunakan model pembelajaran problem solving based learning diperoleh nilai rata-rata hasil tes awal dan test akhir sebesar 7,32 dan nilai standar deviasinya sebesar 3,22. Pada kelompok kontrol yaitu kelompok yang tidak menggunakan model pembelajaran problem solving based learning diperoleh nilai rata-rata tes awal dan tes akhir sebesar 2,28 dan nilai standar deviasinya sebesar 1,60. Kesimpulannya ada peningkatan yang signifikan pada siswa kelas X IPA setelah menggunakan model problem solving based learning sebesar 7,32 –2,28 = 5,04.

Kata kunci: Problem Solving Based Learning, Passing Bawah, Bola Voli

Full Text:

PDF