PELAKSANAAN KOORDINASI OLEH CAMAT DALAM UPAYA MENCAPAI EFEKTIVITAS PENYALURAN BERAS MISKIN( RASKIN) DI WILAYAH KECAMATAN MAJAKABUPATEN MAJALENGKA

Yeti Kuswati, Dra., M.Si.

Abstract


Hasil pengamatan penyusun pada kantor Camat Maja ternyata ditemukan masalah yang mengarah pada belum tercapainya efektivitas penyaluran raskin. Indikator masalah tersebut sebagai berikut : masih adanya penyaluran raskin yang tidak tepat sasaran; efisiensi penggunaan anggaran tidak sesuai atruran; pemanfaatan warung desa belum optimal; pemanfaatan koperasi desa belum optimal; masih rendahnya gaji/upah petugas penyalur raskin.

 Keadaan tersebut mencerminkan bahwa belum tercapainya efektivitas dalam penyaluran raskin yang disebabkan oleh Camat Maja selaku koordinator dalam pelaksanaan koordinasi belum menerapkan teknik-teknik koordinas secara optimal. Hal ini diduga : Camat belum menerapkan koordinasi melalui konsensus;Camat belum menerapkan koordinasi melalui forum; Camat belum menerapkan koordinasi melalui konperensi.

Berdasarkan uraian diatas, penyusun tertarik untuk melakukan penelitian yang hasilnya dituangkan dalam bentuk skripsi dengan judul : “Pelaksanaan koordinasi oleh Camat dalam upaya mencapai efektivitas penyaluran beras miskin (Raskin) di wilayah Kecamatan Maja Kabupaten Majalengka”.

Landasan teori mengenai koordinasi dari Soewarno Handayaningrat, dan parameternya menggunakan teknik-teknik koordinasi, sedangkan efektivitas penyaluran raskin dari Gibson, parameter yang digunakan yaitu kriteria efektivitas.

Adapun hipotesis yang penyusun ajukan :“Jika koordinasi yang dilaksanakan oleh Camat berdasarkan pada teknik-teknik koordinasi, maka efektivitas penyaluran raskin diwilayah Kecamatan Maja Kabupaten Majalengka tercapai”

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis. Tehnik pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan, studi lapangan observasi, wawancara dan angket. Populasi sebanyak 140 orang petugas, dari populasi tersebut 104 dijadikan sampel dengan perhitungan rumus slovin, menggunakan teknik purposive sampling.

Dari hasil penelitian dan anasilis data diketahui bahwa pelaksanaan koordinasi Camat sebesar 61,7%, Predikat “cukup baik”, sedangkan efektivitas penyaluran raskin sebesar 60,1%, predikat “cukup baik”.

Berdasarkan hal tersebut, maka disimpulkan, bahwa koordinasi yang di dasarkan pada teknik-teknik koordinasi mempunyai pengaruh terhadap efektivitas penyaluran beras miskin (Raskin) hal ini terlihat dari hasil penelitian penerapan teknik koordinasi baru mencapai predikat “cukup baik” menyebabkan efektivitas penyaluran beras miskin (Raskin) di wilyah Kecamatan Maja baru mencapai predikat cukup baik juga. Dengan demikian maka hipotesisi yang penyusun ajukan dapat teruji kebenarannya dan dapat diterima.


Full Text:

PDF PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.