REFLEKSI NILAI-NILAI PENDIDIKAN KI HADJAR DEWANTARA DALAM UPAYA UPAYA MENGEMBALIKAN JATI DIRI PENDIDIKAN INDONESIA

Sigit Vebrianto Susilo

Abstract


Bangsa Indonesia melalui generasi penerus bangsa perlu mewarisi dan merefleksikan kembali buah pemikiran Ki Hadjar Dewantara. Dalam pandangannya, tujuan pendidikan adalah memajukan bangsa secara menyeluruh tanpa membeda-bedakan agama, etnis, suku, budaya, adat, kebiasaan, status ekonomi, status sosial serta didasarkan kepada nilai-nilai kemerdekaan sejati. Dasar-dasar pendidikan Barat dirasakan Ki Hadjar tidak tepat dan tidak cocok untuk mendidik generasi muda Indonesia karena pendidikan barat bersifat regering, tucht, orde (perintah, hukuman dan ketertiban). Karakter pendidikan semacam ini dalam prakteknya merupakan suatu perkosaan atas kehidupan batin anak-anak. Akibatnya, anak-anak rusak budi pekertinya karena selalu hidup di bawah paksaan/tekanan. Menurut Ki Hadjar, cara mendidik semacam itu tidak akan bisa membentuk seseorang hingga memiliki “kepribadian”. Sejalan dengan pandangan ini, pendidikan di Indonesia seyogianya memberikan rasa aman, menyenangkan, tenang, dan memberikan rasa bahagia sehingga siswa tanpa paksaan dan secara alamiah menyantap ilmu pengetahuan dengan maksimal. Di sisi lain, tuntutan hidup abad ke-21 secara makro dan pemberlakuan kurikulum baru di Indonesia secara mikro menuntut pendidikan mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi hidup di abad ke-21. Memasuki abad 21 kemajuan teknologi telah memasuki berbagai sendi kehidupan, termasuk pendidikan. Oleh sebab itu, perlu kiranya sebagai generasi penerus bangsa kembali membedah intisari dari konsep pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara dalam pandangan pendidikan multiliterasi. Pendidikan multiliterasi yang memberikan kebebasan siswa dalam berpikir, berkreasi, dan berpendapat sejalan dengan konsep pancadarma yang dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara. Selanjutnya pendidikan multiliterasi memiliki ciri yakni multi konsep, multi budaya, multi gaya belajar, dan multi multi modal memberikan sebuah konsep pendidikan yang memberikan kesan dan mengarahkan kepada nilai-nilai pancasila. Abad ke 21 memberikan sebuah gambaran bahwa pendidikan menjadi semakin penting untuk menjamin peserta didik memiliki keterampilan belajar dan berinovasi, keterampilan menggunakan teknologi dan media informasi, serta dapat bekerja, dan bertahan dengan menggunakan keterampilan untuk hidup (life skills). Sejalan dengan pemaparan di atas, dengan merefleksikan kembali nilai pendidikan Ki Hajar Dewantara dalam perspektif pendidikan multiliterasi merupakan suatu wujud nyata dalam menyongsong pendidikan Indonesia agar kelak Indonesia mampu mewujudkan cita-citanya yakni menciptakan generasi emas 2045.

Kata Kunci: Pendidikan Ki Hajar Dewantara, Pendidikan Abad Ke-21


Full Text:

PDF

References


Abidin, Y.(2015) “Pembelajaran Multiliterasi: Sebuah Jawaban atas Tantangan Pendidikan Abad Ke-21 dalam Konteks Keindonesiaan”. Bandung: PT Refika Aditama.

Dewantara, Ki Hadjar. (1962). “Karja I (Pendidikan), Jogjakarta: Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa.

Dewantara, Ki Hajar (1964) “Asas-asas dan dasar-dasar Taman Siswa (Cetakan Ketiga). Yogyakarta: Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa

Dewantara, Ki Hajar (1977). “Bagian Pertama: Pendidikan. Yogyakarta: Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa.

Dewantara, Ki Hajar (2009). “Menuju Manusia Merdeka”, Yogyakarta: Leutika.

Dwiarso. Ki Priyo, Sistem Among Mendidik Sikap Merdeka Lahir dan Batin, dalam www.tamansiswa.org , diakses pada tanggal 2 pebruari 2012.

Dyer , Jeffrey H. Gregersen, Hal B., and Christensen, Clayton M. (2009) The innovator ’s DNA, Harvard Business Review, December 2009, pp. 1-10.

Grant Wiggins dan Jay McTighe. (2012). Pengajaran Pemahaman Melalui Desain. Jakarta: Indeks.

H.A.R Tilaar. (2007). MengIndonesia Etnisitas Dan Identitas Bangsa Indonesia: Tinjauan Dari Perspektif Ilmu Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

H.A.R Tilaar dkk. (2011). Pedagogic Kritis: Perkembangan Substansi, Dan Perkembanganya DI Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.

H.A.R. Tilaar (2012a). “Perubahan Sosial dan Pendidikan: Pengantar Pedagogik Transformatif Untuk Indonesia”. Jakarta: Rineka Cipta.

H.A.R Tilaar. (2012b). Standarisasi Pendidikan Nasional: Suatu Tujuan Kritis. Jakarta: Rineka Cipta.

Koentjaraningrat. (1985). Kebudayaan Mentalitas Dan Kebudayaan. Jakarta: Gramedia.

Muthoifin. (2015). “Pemikiran Pendidikan Multikultural Ki Hadjar Dewantara”. Jurnal Intizar, Vol. 21, No.2, 2015: Institut Agama Islam Surakarta Indonesia.

Rohman, Saifur & Wibowo, Agus. (2016) “Filsavat Pendidikan Masa Depan: Kajian Filsavat Pendidikan Masa Depan” Yogjakarta: Pustaka Pelajar.

Panjaitan, dkk (2014) : “Pengertian Kebudayaan, Unsur-Unsur Kebuadayaan, Wujud Kebudayaan, dan Perubahan Kebudayaan”. Tersedia [ONLINE] di https://coretanandrea.wordpress.com/2013/11/03/definisi-kebudayaan-menurut-beberapa-ahli/

Subekti, Nanang Bagus (2015) “Memaknai Kembali Konsep Pendidikan Ki Hadjar Dewantara” Tersedia [ONLINE] https://nasional.sindonews.com/read/980100/162/memaknai-kembali-konsep-pendidikan-ki-hadjar-dewantara-1427086654.

Trilling, B dan Fadel, C. (2009) “21st Century Skills Learning For Life In Our Times”. USA: HB Printing.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.