Pengembangan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI (Team Assisted Individualization) untuk Memberdayakan Berkomunikasi Ilmiah dan Hasil Belajar (Kompetensi Pewarisan Sifat)

Abdur Rasyid

Abstract


Penelitian ini dilatarbelakangi masih rendahnya hasil belajar siswa kelas IX  kompetensi pewarisan sifat. Pembelajaran masih menggunakan model konvensional dan hanya mencapai nilai rata-rata 67,7 dengan presentase ketuntasan 42,5%. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan model pembelajaran menggunakan model yang dikembangkan dari buku Sugiono. Perangkat yang dikembangkan adalah RPP, Model,  Bahan Ajar, dan LKS. Selanjutnya  perangkat tersebut digunakan pada kelas IX A sebagai kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran TAI (Team Assisted Individualization), sedangkan kelas IX C sebagai kelas kontrol menggunakan pembelajaran ekspositori. Data penelitian diperoleh melalui: lembar validasi, lembar pengamatan, dan tes. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan dataadalah hasil belajar, kreativitas siswa, kemampuan berkomunikasi ilmiah siswa, serta data respon siswa diperoleh dari angket siswa yang berisi tanggapan dan respon yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran  kooperatif tipe TAI (Team Assisted Individualization) dapat meningkatkan hasil belajar  yang efektif dapat ditunjukkan melalui hasil tes yang mencapai ketuntasan KKM (73) sebesar 85% dari 29 siswa. Pembelajaran materi pewarisan sifat dan genetika, 68% dari 23 siswa kemampuan berkomunikasi ilmiah siswa dalam kategori sangat baik dan 85% dari 33 siswa merasa senang  terhadap pembelajaran IPA. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengembangan model pembelajaran IPA Biologi Kooperatif tipe TAI (Team Assisted Individualization) materi pewarisan sifat dan genetika dapat diterapkan untuk memahamkan siswa, meningkatkan hasil belajar, dan kemampuan berkomunikasi ilmiah siswa.

 

Kata Kunci : Model Pembelajaran, TAI (Team Assisted Individualization)


Full Text:

PDF

References


Arikunto,S. 2003. dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara

Binadja, A. 1999. Pendidikan SETS Penerapannya pada Pengajaran. Semarang UNNES Makalah dalam Lokakarya Nasional.

Binadja, A. 2005. Pedoman Praktis Pengembangan Bahan Pembelajaran Berdasarkan Kurikulum 2004 Bervisi dan Berpendekatan SETS. Semarang Laboratorium SETS Universitas Negeri Semarang.

De Porter, Bobbi dan Mike Hernacki. 2008. Quantum Learning Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan. Bandung: Kaifa.

Hake, R. 1998. “Interactive-Engagement Versus Traditional Methods: A Six-Thousand-Student Survey Of Mechanics Test Data For Introductory PhysicsCourses”. American Association of Physics Teachers, 66 (1): 64-74

Huda. 2014. Model-Model Pengajaran dan Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Kemendiknas. 2013. Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2013 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta.

Munandar, U. 1999. Kreativitas dan Keberbakatan: Strategi Mewujudkan Potensi dan Bakat. Jakarta: Gramedia.

Siswanto, et al. 2013. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI (Team Assisted Individualization) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pada Mata pelajaran Memelihara Sistem Bahan Bakar Bensin Siswa Kelas XI SMK Negeri 3 Boyolangu.Surabaya: tidak diterbitkan.

Slavin. 2011. Cooperative Learning Teori Riset dan Praktik (Edisi Terjemah). Bandung: Nusa Media.

Sopa. 2003. Keahlian Berkomunikasi Ilmiah. http://www.google.co.id jurnal 4/12/2015 php.html. (24 Mei 2016).

Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung : CV Alfabeta.

Surtikanti, H; Y. H. Adisendjaja dan A. Fitriani. 2001. Pola/CaraBelajar: Penerapan Metode Penemuan (Discovery dan Inquiri) pada Kegiatan Laboratorium Biokimia di Jurusan Pendidikan Biologi. JurnalPengajaran 2 (1): hal 144.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.