EFEKTIVITAS TISU BASAH ANTISEPTIK UNTUK MENURUNKAN JUMLAH BAKTERI TANGAN

Mulia Susanti

Abstract


Cuci tangan memiliki peran penting dalam mengendalikan masuknya bakteri lewat jalur oral dan mencegah penyebaran berbagai macam penyebaran penyakit. Keterbatasan sarana cuci tangan dan alasan kepraktisanĀ  memunculkan produk tisu basah antiseptik sebagai alternatif cuci tangan yang bertujuan untuk membersihkan permukaan tangan serta mengurangi jumlah bakteri pada tangan. Tisu basah penggunaanya sudah umum dikalangan masyarakat. Untuk itu perlu dilakukan pembuktian seberapa efektiv produk tisu basah yang berada dipasaran dalam menurunkan jumlah bakteri tangan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif, yang dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai perbedaan jumlah bakteri sebelum dan sesudah dibersihkan menggunakan tisu basah antiseptik. Jumlah sampel yang diambil adalah 26 sampel swab telapak tangan yang diperoleh dengan cara acak. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata jumlah bakteri pada telapak tangan sebelum dibersihkan adalah 2,2 x 107 CFU/ml dan jumlah bakteri pada telapak tangan sesudah menggunakan tisu basah antiseptik adalah 9,0 x 106 CFU/ml. Dari uji statistic didapat nilai t hitung sebesar 10.496 dengan sig 0.00 < 0.05. dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan jumlah bakteri pada tangan setelah penggunaan tisu basah antiseptik.


Full Text:

PDF

References


Rejeki, S. (2015). Sanitasi Hygiene dan K3. Bandung. Rekayasa Sains

Rosalyne. (2016). Cuci Tangan Yuk. http://majalahkasih.pantiwilasa.com diakses 31 Maret 2017.

Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI. 2014. Perilaku Mencuci Tangan Pakai Sabun di Indonesia. Jakarta Selatan. Kementrian Kesehatan RI.

Anonim. (2004). Pedoman untuk komunitas sekolah. http://www.Fitfor school.international. diakses 31 Maret 2017.

Iswanto, J. (2013). Fakta seputar cuci tangan. http://www.Sumbar sehat. com. diakses 31 Maret 2017.

Direktorat Jendral Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan. (2012). Pedoman bahan berbahaya pada produk alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. Jakarta. Kementrian kesehatan RI.

Saputro, B. (2011). Bakteriologi dasar. Jogjakarta. Nusantara Press Jogjakarta.

Uliyah, M. dan Aziz. A.H. (2008). Pengertian Kebersihan Diri Keterampilan dasar Praktik Klinik Untuk Kebidanan. Jakarta. Salemba Medika.

Irianto, K. (2014). Bakteriologi Medis Mikologi, Medis, dan Virologi Medis. Bandung. Alvabeta.

Dwidjoseputro. 2003. Dasar-dasar Mikrobiologi. Jakarta. Djambatan.

Jiwanjaya, Y. (2014). Metode Perhitungan Bakteri. http://www.Biologi edukasi . com. diakses 15 April 2017.

Rachmawati, J. T. (2008). Perbandingan Angka Kuman Pada Cuci Tangan Dengan Beberapa Bahan Sebagai Standarisasi Kerja Di LaboratoriumMikrobiologi Fakultas kedokteran Universitas Islam Indonesia. Jurnal logika. Vol 5. Agustus 2008.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.