KEPUTUSAN PETANI DALAM PENGEMBANGAN STEVIA DI DAERAH PANGKUAN HUTAN (Kasus pada Kelompok tani Mulyasari Desa Cibodas Kecamatan Pasir Jambu Kabupaten Bandung)

Yayat Sukayat, Hepi Hapsari, Pandi Pardian, Dika Supyandi, Rani Andriani BK

Sari


Kebutuhan gula pasir pada tingkat nasional menempati posisi kedua setelah beras (Maria, 2009).  Tahun 2016 kebutuhan gula pasir alami yang bersumber dari tanaman tebu (Sacharum Oficinarum L) untuk konsumsi dan industri mencapai 5,7 juta ton. Kebutuhan konsumsi sebanyak  2,7 juta ton jauh lebih banyak dari produksi nasional yang hanya mencapai 2,2 juta ton (Kemendag, 2017).  Masih di Tahun 2017, Pemerintah  membuka kran impor gula pasir sebanyak 3,22 juta ton untuk memenuhi kekurangan tersebut. Namun tetap masih kurang, sehingga ada indikasi industri makanan /minuman menggunakan gula sintetis. Alternatifnya dikembangkan pemanis alami berkalori rendah , berupa tanaman stevia (Budiarso,2008).  Suseno Amin dkk (2015)  melakukan rekayasa genetika stevia melalui induksi mutasi sinar gama, produksi daun basah di laboratorium dan dilapangan mencapai 0,08 kg per pohon atau 10 ton /ha setiap panen, yang bisa di penen 6 kali pertahun. Jawa Barat merupakan sentra pengembangan  Stevia, namun dari tahun 1984  sampai dengan tahun 2017 luasnya baru mencapai 10 Ha. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan  keputusan petani menanam stevia dan Faktor sosial ekonomi yang mendukungnya. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif , desain kuantitatif dengan teknik survey. Hasil dari penelitian ini hanya 15 % petani yang ikut mengembangkan stevia, sisanya (85%) tidak dan keuntungan ekonomi yang menjadi pertimbangan.


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Budiarso, Irwan T. 2008. Karsinogen Kimiawi dan Mikokarsinogen. Jakarta : Departemen Kesehatan R.I.

David, Berry. 1983. Pokok-pokok Pikiran Dalam SOSIOLOGI. Diterjemahkan oleh Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Sosiologi. Disunting Oleh Paulus Wirutomo. Jakarta : Penerbit Rajawali.

David Krech, Richard S. Crutchfield and Egerton L.Ballachey.1962. Indivual In Society a TextBook of Social Psichology. University of California Berkeley. Mc Graw-Hill International Book Company.

Doyle Paul Johnson. 1981. Teori Sosiologi Klasik dan Modern. di Indonesiakan oleh Robert M Z Lawang. Jakarta : Penerbit Gramedia.

Homan, George C, Social Behavior, Its Elementary Forms. New York : Harcourt, Brace,and World, 1961; revised edition, New York : Harcourt, Brace, Juvanovich 1974

James C. Scott.1981. Moral Ekonomi Petani. Terjemahan Yayasan Ilmu-ilmu sosial. Jakarta : Penerbit LP3ES.

Margono, Slamet. 1985. Pengantar Sosiologi. Jakarta : CV. Rajawali.

Maria, 2009 Analisis Kebijakan Tataniaga Gula terhadap ketersediaan dan Harga Domestik Gula Pasir di Indonesia. Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Departemen Pertanian.

Maudy E., Paimin, dan Fendy R. 1992. Budidaya Stevia. Trubus, No. 274 Tahun XXIII, hal. 22-23

Max Weber. 1984. The Protestant Ethic and the Spirit of Kapitalism. London : UNWIM PAPERBACKS.

Popkin, Samuel L. 1979. The Rational Peasant.Universty of California Press. Berkeley *Los Angeles *London

Rogers Everett M, Shoemaker F Flyd.1987. Memasyarakatkan Ide-ide Baru. disarikan oleh Abdillah Hanafi. Surabaya : Penerbit Usaha Nasional

Suseno Amien, Sarifah Nurjanah, dan Hepi Hapsari. 2015. Seleksi Hasil dan Kompenen Tanaman Stevia Hasil Mutasi in Vitro untuk Memenuhi Kebutuhan Gula Rendah Kalori Nasional. Laporan Penelitian Strategis Nasional, UNPAD. Belum dipublikasi.

Totok Marikanto, 1982 Penyuluhan Pertanian dalam Teori dan Praktek. Lembaga Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (LSP3). Surakarta : Penerbit HAPSARA.

Ulber, Silalahi. 2012 Metode Penelitian Sosial. Bandung : PT Refika Aditama.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.