HUBUNGAN ANTAR KARAKTER PENCIRI ADAPTASI KEDELAI PADA KONDISI JENUH AIR

Acep Atma Wijaya

Sari


Seleksi dalam program pemuliaan tanaman kedelai pada kondisi lingkungan jenuh air dapat dilakukan dengan melihat hubungan antar karakter penciri adaptasinya. Seleksi yang dilakukan akan lebih efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antar karakter penciri adaptasi kedelai pada kondisi jenuh air. Penelitian dilakukan pada lahan sawah pada musim hujan. Untuk melihat hubungan antar karakter digunakan uji korelasi dan dilanjutkan dengan uji analisis jalur pada semua karakter penciri. Hasil analisis menunjukkan bahwa hubungan antara tinggi tanaman, jumlah daun, volume akar, berat kering tajuk dan serapan N berkorelasi positif, sedangkan jumlah biji per tanaman dan bobot biji per tanaman menunjukkan korelasi positif. Pengaruh langsung terbesar terhadap bobot biji per tanaman ditunjukkan oleh karakter berat kering tajuk dan jumlah biji per tanaman masing-masing 15,37% dan 59,91%.


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


ALDILLAH R. 2015. Proyeksi produksi dan konsumsi kedelai Indonesia. Jurnal Ekonomi Kuantitatif Terapan. Vo. 8, No. 1.

GARDNER, F.P., R.B PEACE DAN R.L MITCHELL. 1991. Fisiologi tanaman budidaya (edisi terjemahaan oleh Herawati Susilo dan Subiyanto) Jakarta: Universitas Indonesia Press 428p.

GHULAMAHDI, M., S.A. AZIZ, M. MELATI, N. DEWI DAN S.A. RAIS. 2006. Aktivitas nitrogenase, serapan hara dan pertumbuhan dua varietas kedelai pada kondisi jenuh air dan kering. Bul. Agron. 34(1):32-38.

HAPSARI TRI RATRI DAN M. MUCHLISH ADIE, 2010. Pendugaan Parameter Genetik Dan Hubungan Antar Komponen Hasil Kedelai. Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan. Vol. 29, No. 1.

INDERADEWA, D., S. SASTROWINOTO, S. NOTOHADISWARNO, H. PRABOWO. 2004. Metabolisme nitrogen pada tanaman kedelai yang mendapat genangan dalam parit. Ilmu Pertanian. 2: 68-75.

KIM Y. H, HWANG S. J., WAQAS M., KHAN AL, LEE J. H, LEE J. D, NGUYEN HT, AND LEE I. J. 2015. Comparative analysis of endogenous hormones level in two soybean (Glycine max L.) line differing in waterlogging tolerance. Front. Plant Sci. 6:714. Doi: 10.3389/fpls.2015.00714

MATCHIK, A., DAN SUMERTAJAYA. 2002. Perancangan percobaan dengan aplikasi SAS dan Minitab jilid 1. Bogor. Jurusan Statistika FMIPA. Institut Pertanian Bogor

NUGRAYASA, OKTAVIO. 2013. Problematika harga kedelai (Online), http://setkab.go.id/artikel-10045-problematika-harga-kedelai-diindonesia.html. diakses 29 Maret 2016

SA’DIYAH, N. 2008. Korelasi dan analisis lintas laju asimilasi bersih rata-rata, panjang periode pengisian biji dan laju akumulasi bahan kering ke biji dengan hasil kedelai dalam Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi-II 2008. Universitas Lampung 17-18 Nopember 2008. pp. 111-117.

SANTOSO A. B. 2016. Pengaruh perubahan iklim terhadap produksi tanaman pangan di Provinsi Maluku. Penelitian Pertanian Tanaman Pangan. Vol. 35, No. 1. pp: 29-38.

SITOMPUL M., DAN B. GURITNO. 1995. Analisis pertumbuhan tanaman. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta

SUMARNO DAN ZURAIDA. 2006. Hubungan korelatif dan kausatif antara komponen hasil dengan hasil biji kedelai. Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan. 25(1): 38-43

SUSANTO, G.W.A. DAN M.M. ADIE. 2006. Sidik lintas dan implikasinya pada seleksi kedelai dalam Peningkatan produksi kacangkacangan dan umbi-umbian mendukung kemandirian pangan. pp. 12-22. Puslitbangtan. Bogor.

WIJAYA, A. A, M. RACHMADI, DAN A. KARUNIAWAN. 2015. Sidik lintas karakter agronomi terhadap hasil 16 genotip kedelai pada pertanaman tumpangsari dengan jagung pola 2:1. Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi. Universitas Islam Sunan Gunung Djati Bandung.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.